Jumat, 10 September 2010
 
  Home arrow Blog Artikel arrow Newsflash arrow Motif Berwirausaha (Bagian 1)
Designed by JasaOnline.Com
 
Layanan Jasa
Advertisement | Close
DAPATKAN!! ratusan KOMPILASI CONTOH-CONTOH KONSEP PERJANJIAN DAN AKTA NOTARIS (KOMPARISI) dalam format  MS-WORD dan WORDSTAR.  Anda tinggal DOWNLOAD, EDIT dan MODIFIKASI sesuai dengan kebutuhan bisnis anda. Klik di SINI untuk informasi lebih lanjut.
 
Main Menu
Home
Selayang Pandang
Hubungi Kami
Download Gratis
Blog Artikel
 
Motif Berwirausaha (Bagian 1) Cetak halaman ini dalam bentuk PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Indeks Artikel
Motif Berwirausaha (Bagian 1)
Halaman 2
Halaman 3

Motif lain yang bisa mendorong orang untuk berwirausaha adalah untuk mendapatkan respek dan sekaligus citra sosila diri (social self image). Banyak entrepreneur ingin mendapatkan respek dari keluarga, teman-teman dan lingkungannya. Dalam sebuah pelatihan eksekutif  dimana para peserta mulai memperkenalkan diri, beberapa peserta menyebutkan namanya, posisinya dan dimana mereka bekerja sekarang. “Saya Amir, Direktur pada PT. Bla..bla..bla 9sebuah perusahaan ternama)” dan seterusnya, hingga pada salah satu peserta. “Saya Budi, saya pegawai dan owner pada PT.KLMNOP yang membuat dan mengekspor furniture bambu Indonesia.” Dapat dirasakan bedanya kan?
Seorang Budi dengan perusahaan “kecil”nya, yang mungkin belum begitu dikenal orang, tetapi dengan bangga menyebut ‘owner’ pada jabatannya. Siapapun akan respek padanya dan tentu saja citra dirinya akan ikut terbawa. Aat ini di lingkungan kita, di Indonesia, telah banyak orang menduduki posisi puncak dari perusahaan-perusahaan yang ternama, tetapi bila kita mendengar ada ‘Budi-budi’ yang lain,rasanya memang kita harus angkat topi pada mereka, dan rasanya memang ada kelebihan si Budi dalam social image-nya dibanding dengan si Amir.

Memiliki mimpi atau cita-cita (goals) atau ambisi juga merupakan hal yang memotivasi orang untuk berwirausaha. Berapa banyak dari kita yang memiliki mimpi atau ambisi menjadi eksekutif puncak saat usia 35 tahun? Bercita-cita memiliki perusahaan sendiri dan berkantor di Jl. Sudirman ? Bukan itu saja ambisis yang kelihatannya kecil, bisa jadi mampu membangkitkan semangat berwirausaha.

Ada contoh menarik dari seorang pemuda di Amerika. Namanya Rick Hendrik, ia benar-benar berambisi dapat mengendarai dan memiliki mobil sendiri. Saat berumur 14 tahun, ia membeli sepeda sendiri. Saat berumur 14 tahun , ia membeli sepeda motor seharga USD 250, padahal belum boleh punya SIM. Karena ambisinya yang besar pada umur 20-an ia mulai membeli satu dealer mobil dan tidak lama kemudian memiliki 22 dealer di 8 negara bagian. Keuntunganbersihnya mencapai USD 100 juta. Ketika rick berusia 36 tahun , ia mulai menyukai road racing Chevies. Dan ambisinya mulai terealisasi, untuk kesenangannya ia mengeluarkan USD 4 juta untuk Chevynya.


 
Google

© 2010::: JasaOnline.Com :::
This site is best viewed at any resolution pixel. All rights reserved

Get The Best Free Mambo Templates at www.peekmambo.com